TEMPLATE ERROR: No dictionary named: 'post' in: ['blog', 'skin', 'view'] nnanna93: Cara mengetahui minat dan bakat dalam diri

Rabu, 26 Oktober 2011

Cara mengetahui minat dan bakat dalam diri



           Setiap manusia memiliki sifat ataupun kepribadian yang berbeda-beda termasuk minat dan bakat. Tapi ada saatnya kita tuntut oleh jaman, misalkan kita harus bisa berbahasa inggris mungkin dengan alasan bahasa tersebut bahasa International. Oleh karena itu, banyaknya tempat kursus bahasa inggris dan orang-orang yang belajar bahasa Inggris sekalipun hal tersebut tidak ia sukai.
            Untuk mengetahui identitas diri kita sendiri, kita harus tahu dimana minat kita, bagaimana bakat yang kita miliki tapi banyak orang yang sulit menemukannya, cara mudah untuk menemukan bakat dan minat kita sebagai berikut:

1. Memahami Potensi Kekuatan Diri Sendiri
Apa saja sih yang bisa kita kerjakan dan apa saja yang kita sukai? Jika kita punya latar belakang pendidikan sebagai dokter, namun kita merasa tidak berbakat jadi dokter dan di lain sisi kita sangat hobi menyebarkan informasi kesehatan kepada orang lain. Dari sana kita bisa menjadi konsultan kesehatan atau penulis buku-buku, koran, majalah kesehatan.
Kemampuan terpendam terkadang bisa menjadi penyelamat. Misalnya seseorang yang lulusan akuntansi punya bakat / keahlian menjual sesuatu, maka dia bisa menjadi sales produk suatu perusahaan sebagai langkah awal. Baru setelah kemampuan sebagai salesman teruji, kita mungkin bisa minta pindah atau diperbantukan ke bagian keuangan sambil tetap jadi sales paruh waktu untuk mengasah kemampuan akuntasi kita.
2. Tahu Di Mana Ada Peluang Kerja
Kita bisa tahu ada lowongan pekerjaan dari koran, internet, teman, keluarga, dan lain sebagainya. Ketika ada peluang maka kita bisa mencoba melamar pekerjaan tersebut. Yang pasti kita harus tahu potensi diri kita sendiri terlebih dulu. Kalau kita belum punya pengalaman pekerjaan mungkin kita harus siap bekerja di posisi apapun karena dunia kerja itu berbeda sekali dengan dunia sekolah dan kuliah. Pendidikan bersifat teori
Yang pasti jauh lebih enak kalau pekerjaan yang menghampiri kita daripada kita yang mengejar-ngejar lowongan kerja, karena ketika ditawari kerja oleh saudara atau teman kita bisa bertanya untuk mengetahui seperti apa pekerjaan kita nanti dan bagaimana gaji, tunjangan, bonus, insentif, dan lain-lain. Sedangkan pekerjaan yang kita temukan di media massa mungkin kita tidak akan diberitahu apapun oleh perusahaan.
Jika mampu kenapa tidak menciptakan perusahaan sendiri? Jika kita punya akses modal yang mudah, ada ide usaha yang sangat potensial, keluarga atau teman-teman yang siap sedia membantu, sarana dan prasarana tersedia, mendapat dukungan dan dorongan penuh dari berbagai pihak, dan sebagainya maka tak ada salahnya kita mencoba. Ingat, kegagalan adalah awal dari keberhasilan. Dengan membuat usaha sendiri otomatis kita telah membuka lapangan kerja minimal untuk diri kita sendiri. Galilah ilmu dari orang-orang yang telah memiliki pengalaman sebagai bekal dalam menjalani bisnis.
3. Mempersiapkan Segala Sesuatu
Mau bekerja pun kita butuh modal. Saat melamar pekerjaan setidaknya kita membuat surat lamaran, cv beserta lampiran-lampirannya mulai dari kartu kuning pencari kerja, pas foto, surat keterangan catatan kepolisian, fotokopi ktp, ijazah, transkrip nilai, kartu keluarga, sim, dan lain-lain. Pada saat panggilan wawancara pun kita butuh pakaian yang baik. Setelah diterima kerja pun kita juga butuh beberapa setel pakaian seragam kerja dan lain sebagainya sampai kita mendapatkan gaji dan tunjangan pertama.
Yang tak kalah penting adalah mempersiapkan mental kita saat wawancara kerja, saat hari-hari pertama di tempat kerja yang baru, saat harus bersosialisasi dengan rekan kerja, saat dimarahi oleh atasan atau staf senior, saat menghadapi konflik atau masalah pekerjaan, dan lain sebagainya. Jika mental kita kuat ditambah dengan sifat perilaku yang baik, maka kemungkinan untuk bertahan bekerja adalah cukup besar. Jika lemah mental maka yang ada di kepala kita hanyalah ingin segera mencari pekerjaan lain atau pindah bagian agar bisa beradaptasi dengan suasana yang baru.
4. Menguasai Trik-Trik Agar Diterima Kerja
Rajinlah mencari informasi dunia kerja melalui membaca buku, majalah, koran, dan sebagainya untuk mengetahui orang yang bagaimana yang dicari perusahaan untuk mengisi posisi yang lowong. Belajarlah menjadi orang yang dicari perusahaan-perusahaan. Pelajari contoh-contoh soal tes potensi akademik, psikotes, tes wawancara kerja, dan lain sebagainya. semua itu suatu saat akan membantu kita dalam mendapatkan pekerjaan.

Sumber: organisasi.org/tips-cara-mendapatkan-pekerjaan-kerja-sesuai-minat-bakat kemampuan

Dengan cara-cara diatas kita dapat mengetahui minat kita sesungguhnya dan mencapai kesuksesan. Contohnya, bila diri kita memiliki minat di bidang komputer maka kita akan mendalami dunia komputer dan kitapun lebih memilih berorganisasi yang masih berhubungan dengan dunia komputer seperti robot community tw IT community. Karena di komunitas itulah kita dapat mengasah bakat dan minat kita agar lebih terarah dan lebih mantap lagi.
Tapi lain ketika kita berkecimbung di bidang yang berlawanan dengan bakat dan minat kita, hal tersebut akan mengakibatkan keterpaksaan bahkan ketidaknyamanan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar